Matahari di Awal Ramadhan

PIN
Gendang ditabuh bertalu Kaleng dipukul kemrontang Suara keras berpadu Harmoni membangunkan orang Sahur ini kali pertama Ditengah pandemi corona Banyak yang makan seadanya Hanya itu yang mereka punya Matahari siang sesaat menghilang Tertutup mega nan kelam Berkelebat angin bertiup kencang Mengusir gerombolan awan hitam Kepada[…]

Terus Bergulir

PIN
Pertengahan Mei 2006, saya dihubungi oleh seorang teman yang tinggal di Bantul Yogyakarta. Obrolan ringan, menyapa bagaimana kabar. Teman saya menawarkan penginapan di rumahnya bila saya berkunjung ke Yogya. Rumahnya baru saja selesai dibangun. Dari foto yang dikirim ke saya, rumah barunya itu, besar dan[…]

Hujan di Akhir Maret

PIN
Hujan di akhir Maret. Dari bilah jendela lantai sembilan. Terlihat curah hujan membasuh jalan. Yang membelah dari utara ke Selatan. Menemaramkan suasana kesepian. Yang hanya ditemani oleh lampu papan iklan. Warna-warni berpendaran. Hujan di akhir Maret. Menyisakan pertanyaan. Kapankah pagebluk sang Dewa wabah akan pulang.[…]

Gak Boleh Lengah

PIN
Hana, putri bungsu saya belajar di rumah, selama darurat covid-19 ini. Dari bangun pagi, gak berhenti aktivitasnya. Mulai sholat subuh, nonton TV, mandi, terus mengerjakan tugas belajar dari gurunya yang dikirim melalui media sosial ke hp mamanya. Mamanya sendiri tidak kalah repotnya. Selain melayani Hana[…]

Melakukan Yang Terbaik

PIN
Karena harus berdiam diri di rumah, akibat mewabahnya virus corona, saya dan keluarga kerap memesan makanan lewat layanan ojek online. Kami tidak memiliki stok makanan berlebih, paling beras dan sayuran yang disimpan dalam kulkas. Untuk kebutuhan lauk dan penganan cemilan, kami pesan melalui ojek online.[…]

Bagian Dari Sejarah

PIN
Pagi hari tanggal 15 Mei 1998, saya bersama dengan istri dan kiki, anak saya yang baru berusia 3 tahun, tiba di Jakarta. KM. Lawit yang kami tumpangi dari pulau Belitung melemparkan sauhnya dan merapat di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah turun, kami kesulitan mencari kendaraan tumpangan[…]

“Kecerdasan itu misterius, Laila.”

PIN
Begitu Guru Desi memulai diskusi ilmiah rutin mereka di gerobak es tebu Kak Mis. Bolehlah disebut semacam konferensi tak resmi guru-guru matematika. “Ai, bukankah kecerdasan kasat mata saja? Dengan gampang bisa dilihat murid yang cerdas dan yang tidak?” “Belum tentu, Lai, setiap murid mengerti dengan[…]

Lari Duluan, Tapi Gak Menang

PIN
Ketika audiensi dari Dinas Pemuda dan Olahraga ke Dinas Pendidikan, ikutserta rombongan dari beberapa induk olahraga. Salah satunya cabang olahraga sepakbola. Membawa seorang atlitnya yang berusia masih sangat muda. Tristan Alif Naufal nama anak muda itu. Umurnya baru 15 tahun. Tristan sempat memperagakan keterampilannya dalam[…]

Rejeki Yang Tidak Dapat Ditolak

PIN
Pada acara pagelaran teater “Panembahan Reso” di gedung Ciputra Artpreneur Jakarta, mas Eko staf Bidang SMP dan SMA ditugaskan untuk membagikan tiket pada para pelajar yang diajak menonton pertunjukkan itu. Dia menunggu dengan setia para pelajar yang akan datang. Satu rombongan datang, dikumpulkan dahulu. Setelah[…]

Buah Kebaikan

PIN
Semasa hidupnya, bapak yang sudah tidak bekerja lagi, kerap berkunjung ke rumah anak-anaknya. Termasuk ke rumah kami di Depok. Biasanya di hari libur. Untuk menengok anak cucunya. Bapak orang yang sangat rajin, tidak bisa sekedar bercengkrama duduk-duduk bersama kami. Ada saja yang dikerjakan. Membersihkan halaman[…]