Genggam Tangan Saya

PIN

Oleh: Uchenk

Sore itu, saya menjenguk pimpinan saya pak Fathurin Zen (bapak) di RS Polri Jakarta. Hujan gerimis mengiringi kedatangan saya.

Saya langsung bergegas menuju ruang ICCU di lantai 3. Ada ibu (istri bapak), berdiri disamping tempat tidur bapak. Kondisi bapak masih belum sadar. Ibu terlihat terus menenangkan bapak yang gelisah, mungkin merasakan sakit setelah efek anastesi berkurang.

Bapak menggerak-gerakkan kakinya.Tangannya menggenggam tangan ibu. Lekat, tak mau dilepas.

Ibu berbisik ke bapak, bilang kalau ada saya. Bapak mengganggukkan kepala, air mata mengalir di pelupuknya. Ibu mengambil tisu, mengelap airmata bapak. Lalu mengelap air matanya sendiri.

Saya membayangkan, suatu ketika seperti bapak. Dan istri saya ada disisi. Saya akan meminta, lirih,

“genggam tangan saya ma, hangat rasanya,…”

πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

You May also Like
Melipat Kertas
Medali Kedamaian
Semakin Mendekat
Rapuh

Leave Your Comments