Gimana Lagi, Hayooo…

PIN

Oleh: Uchenk

Jam 07.30 Hana sudah rapih dan bersiap di depan laptop. Pelajaran kelas 2 SD dengan tatap muka virtual segera dimulai. Bu guru mengabsen siswa. Hana menyahut dengan suara keras ketika namanya dipanggil. Setelah itu aktivitas do’a bersama dan penyampaian materi pelajaran oleh bu guru.

Hana memperhatikan dengan seksama. 5 menit kemudian, badannya digoyang-goyang, sehingga kursinya yang beroda maju mundur. Selepas itu dia mematikan audio di laptop, dan bersenandung sendiri. Bosan, dia berlari ke dapur. Ikut menggongseng masakan mamanya.

Mamanya menegur supaya mengikuti pelajaran. Hana beringsut, mainan sepeda di ruang depan. Mamanya teriak lagi mengingatkan. Dia kembali ke depan laptop. Mengambil HP dan asyik main game.

Raut wajah bu guru tetap serius dalam mengajar. Saya tersenyum geli melihat gurunya yang terus “nyonyor” dengan suara nyaring. Sementara Hana tenggelam menjelajahi gadgetnya. Mungkin akibat pandemi, suasana pembelajaran saat ini sudah sangat membosankan buat anak-anak.

Saya salut dengan gurunya Hana, yang tetap semangat dan kreatif dalam mengajar. Gak putus asa. Bapak/ibu guru menyadari keadaan murid-muridnya. Yang telah kehilangan kesempatan belajar (loss learning). Yang berpotensi menghilangkan kecerdasannya dimasa depan.

Terima kasih bapak/ibu guru. Kami juga berupaya mengingatkan dan mendampingi anak-anak untuk belajar di rumah.

πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

You May also Like
BUNGA YANG TAK AKAN LAYU
HABITUS
Melipat Kertas
Medali Kedamaian

Leave Your Comments