Bangkit, Melewati Batas Mimpi

PIN

Oleh: Uchenk

Anak itu tidak bisa diam. Berlarian di antara kursi tamu para undangan terbatas. Kadang berteriak sambil sambil menggoyang-goyangkan badannya yang gempal. Lucu dan menggemaskan.

Ayahnya yang duduk disampingnya berupaya mengingatkan, agar dia duduk tenang. Tapi sesaat kemudian dia kembali bertingkah, yang mengundang senyum dan tawa orang. Ceria, tak ada rasa sedih di raut mukanya.

Anak itu Ahmad Baihaqi Putra Rahmadi, umurnya baru 5 tahun. Ibunya adalah tenaga medis pertama korban Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia. Ibu Ninuk Dwi Puspaningsih, usianya masih muda, 37 tahun. Profesinya perawat di RSCM Jakarta. Zr Ninuk Meninggal dunia pada tanggal 12 Maret 2020. Kalimat yang sempat diucapkan oleh Zr Ninuk, bikin trenyuh, “saya hidup untuk orang yang saya sayangi dan mati untuk orang yang saya sayangi, termasuk (untuk) profesi saya.”

Hari Kamis, 27 Agustus 2020, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19. Di Jakarta, ada 12 orang anak, salah satunya adalah ananda Baihaqi.

Dalam sambutannya pak Anies, memberikan motivasi pada anak-anak itu, agar tetap bersemangat mewujudkan cita-citanya. Kepada para hadirin, khususnya para pendamping yang hadir, pak Gubernur menitipkan amanah, supaya terus mendampingi mereka. Bangkit, melewati mimpinya dimasa depan.

Baihaqi, anak kecil gempal yang lucu itu, telah kehilangan sosok ibu yang sangat dicintainya. Yang tidak dilihat lagi jasadnya, saat dikubur. Kita berharap dia akan menemukan dian kehidupan dari ibundanya. Pengabdian yang tulus pada kemanusiaan, sampai di akhir hayat.

πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

You May also Like
STUDI KE WELLINGTON 6
STUDI KE WELLINGTON 5
STUDI KE WELLINGTON 4
STUDI KE WELLINGTON 3
STUDI KE WELLINGTON 2

Leave Your Comments