Rapuh

PIN

Oleh: Uchenk

Di tikungan tajam, jalan lingkungan perumahan yang sempit, mobil saya berpapasan dengan mobil lain. Mobil saya menepi, ban sudah berada dibibir selokan. Ada 2 mobil berurutan di depan.

Mobil pertama lolos dengan mulus. Mobil kedua yang masih baru dan berisi keluarga muda, sulit lewat. Pengemudinya kuatir sekali serempetan. Saya turun dari mobil, memandu jalannya mobil itu. Setelah berhasil lewat, saya menggerutu, kalau orang itu barangkali baru punya mobil.

Baru saja melangkah menuju mobil, saya tersandung tanggul selokan. Jatuh berdebam. Luka besot-besot ditangan dan memar di kaki. Saya meringis sakit. Ternyata saya rapuh. Oleng sedikit saja, ambruk. Sudah tua, nggak boleh ngedumel. Allah Maha Penyayang.

πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

You May also Like
Melipat Kertas
Medali Kedamaian
Semakin Mendekat

Leave Your Comments