“Kecerdasan itu misterius, Laila.”

PIN

Begitu Guru Desi memulai diskusi ilmiah rutin mereka di gerobak es tebu Kak Mis. Bolehlah disebut semacam konferensi tak resmi guru-guru matematika.

“Ai, bukankah kecerdasan kasat mata saja? Dengan gampang bisa dilihat murid yang cerdas dan yang tidak?”

“Belum tentu, Lai, setiap murid mengerti dengan cara berbeda, setiap ilmu memancing pengertian setiap murid dengan cara berbeda pula. Kubaca di buku, Lai, ada guru musik yang mengajari muridnya dengan mengajari langsung bermain piano, ada yang diajari mengetuk dulu, ada yang diajarkan mendengarkan dulu, ada yang disarankan berhenti belajar musik, disarankan belajar main pingpong saja. Kurasa guru yang baik adalah guru yang dapat memacu kecerdasan muridnya. Guru yang lebih baik adalah guru yang dapat menemukan kecerdasan muridnya. Guru terbaik adalah guru yang tak kenal lelah mencari cara agar muridnya mengerti!”

(Andrea Hirata, 2020. Guru Aini, hal. 194)

You May also Like
BUNGA YANG TAK AKAN LAYU
HABITUS
Melipat Kertas
Medali Kedamaian

Leave Your Comments