Buah Kebaikan

PIN

Semasa hidupnya, bapak yang sudah tidak bekerja lagi, kerap berkunjung ke rumah anak-anaknya. Termasuk ke rumah kami di Depok. Biasanya di hari libur. Untuk menengok anak cucunya.

Bapak orang yang sangat rajin, tidak bisa sekedar bercengkrama duduk-duduk bersama kami. Ada saja yang dikerjakan. Membersihkan halaman rumah, perabotan rumah tangga, sampai membetulkan perkakas yang rusak. Saya tidak melarangnya. Beliau anteng mengerjakan semua itu.

Ketika pulang, saya memberikan sangu buat ongkos dan sekedar jajan. Kalau untuk biaya hidup lainnya, insya Allah bapak sudah ada.

Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga saya yang lain. Bila bapak berkunjung ke rumahnya. Disanguin, buat ongkos dan jajan.

Belakangan bapak kerap berkunjung ke rumah kami. Pulangnya tetap saya berikan sangu. Saya tidak menanyakan apakah sangu kemarin sudah habis. Hanya saya heran, sepertinya bapak perlu dengan uang itu. Hal itu juga terjadi di rumah saudara saya lainnya.

Saat bapak wafat, ramai sekali orang yang takziah dan mensholatkan jenazah beliau. Bahkan para ustad dan alim ulama di sekitar tempat bapak tinggal, ikut hadir mendoakan disisi jenazah beliau. Saya terharu melihat suasana itu. Bapak hanyalah orang biasa yang hidupnya sangat sederhana.

Salah seorang jemaah mendekati saya. Menceritakan perihal kebaikan bapak. Yang rajin sholat berjamaah di musholla. Paling rajin mengikuti dan membayar iuran pengajian. Tidak pernah alpa berkunjung ke rumah jamaah yang sedang sakit. Selalu membelikan kopi dan penganan, buat para jamaah musholla. Saat ngobrol. Disela waktu Maghrib dan Isya. Bahkan membelikan cireng pada anak-anak yang ikut sholat di musholla. Saya tersenyum mendengar itu semua. Pantas saja beliau sepertinya membutuhkan tambahan sangu dari kami.

Alhamdulillah, saya bersyukur. Bapak selalu ingin membahagiakan banyak orang. Berusaha untuk berbuat kebaikan.

Ketika akan berpamitan, seusai takziah ke almarhumah ibu Hj. Siti Zaenab, putri beliau, ibu Nahdiana, bercerita, bahwa ibundanya adalah orang yang sederhana. Orang yang selalu ingin membahagiakan orang lain. Sering memasak dalam ukuran yang banyak. Untuk dibagi-bagikan pada para tetangga dan orang-orang yang membutuhkan. Selalu berempati pada banyak orang.

Buah kebaikan itu adalah begitu banyaknya orang yang takziah. Mensholatkan, menguburkan, dan mendoakan almarhumah. Beliau sosok yang selama hidupnya membawa keberkahan bagi banyak orang. Berkah buat keluarga yang ditinggalkan, karena simpati yang dalam dari orang yang datang takziah. Insya Allah almarhumah husnul khotimah.

Jangan pernah lelah berbuat kebaikan. Sekecil apa pun. Itu akan membahagiakan orang lain. Kelak doa bagi kita.

??????
uchenk

You May also Like
BUNGA YANG TAK AKAN LAYU
HABITUS
Melipat Kertas
Medali Kedamaian

Leave Your Comments